Jumat, 17 Februari 2012

Taguchi Method



Menurut Taguchi, metodenya ini merupakan suatu bentuk `offline quality control` karena memastikan kinerja kualitas yang bagus sejak dari tahap desain produk atau proses. Melalui penerapan Taguchi method, maka perusahaan dapat mengurangi waste dalam proses pengembangan produk, menghemat biaya secara signifikan, sehingga meningkatkan bottom line. Tools yang digunakan dalam metode Taguchi diantaranya adalah:
1. Process diagram (P-diagram)
P-Diagram adalah diagram yang digunakan untuk mengelompokkan variabel-variabel yang terkait dalam suatu proses, antara lain faktor signal (input), response (output), noise dan control. Pertama-tama, identifikasi input dan output dari konsep yang sedang didesain. Kemudian identifikasi apa saja yang menjadi control dan noise factor. Control factor merupakan parameter yang dapat diukur oleh desainer, sementara noise factor merupakan parameter yang berada di luar kontrol desainer. Selanjutnya, desainer mengatur control factor supaya deviasi yang terjadi minimum dalam biaya rendah. Selain itu, noise factor juga harus dipertimbangkan dalam melakukan desain, demi menghindari banyaknya kegagalan produk dan biaya yang terjadi akibat desain yang buruk. Setelah itu, desainer mengatur deviasi yang dibolehkan dari nominal, dengan menyeimbangkan antara cost dengan benefit bagi pelanggan. Proses ini disebut dengan tolerance design. Hasil menggunakan parameter design diikuti dengan tolerance design merupakan produk dengan biaya yang rendah.
2. Ideal function, yang digunakan untuk menentukan bentuk ideal dari hubungan signal-response dalam konsep desain, sehingga higher level system work perfectly.
3. Quadratic Loss Function, yakni digunakan untuk mengkalkulasi kerugian yang terjadi pada user akibat kinerja yang menyimpang dari target. Fungsi ini bentuknya bisa berbeda-beda, tergantung situasinya. Pengukuran ini sangat bermanfaat untuk menghitung kepuasan pelanggan dan menentukan toleransi yang optimum. 
4. Signal-to-Noise Ratio yakni mengukur perbandingan antara kekuatan signal (output) dibandingkan dengan noise. Semakin tinggi rasio ini, maka semakin disukai. 
5. Orthogonal Array, digunakan untuk mengumpulkan informasi yang terkait dengan control factor dan beberapa eksperimen. 


Langkah-langkah dalam membuat parameter design adalah:
1. menentukan karakteristik output yang sesuai dan ingin dioptimalkan
2. menentukan control factor dan levelnya, kemudian mengidentifikasi hubungan yang mungkin terjadi
3. menentukan noise factor dan levelnya
4. menentukan inner dan outer array, kemudian menaruh control factor pada inner array sementara noise factor pada outer array
5. lakukan eksperimen
6. lakukan analisa statistik dan prosedur optimization berikut:
a. pilih level control factor yang dapat memaksimalkan S/N
b. pilih mean adjusting factor terhadap target value
7. prediksikan kinerja optimal output berdasarkan kombinasi level control factor yang optimal, dan lakukan eksperimen untuk memverifikasi hasil tersebut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar