Business Process Improvement (BPI) adalah kerangka sistematis yang dibangun untuk membantu organisasi dalam membuat kemajuan yang signifikan dalam pelaksanaan proses bisnisnya. BPI memberikan suatu sistem yang akan membantu dalam proses penyederhanaan (streamlining) proses bisnis, dengan memberi jaminan bahwa pelanggan internal dan eksternal dari organisasi akan mendapatkan output yang lebih baik (Harrington, 1991). Perbaikan suatu proses bisnis secara berkelanjutan memiliki sasaran sebagai berikut (Harrington, 1991) :
1.
Membuat proses lebih efektif,
memperoleh hasil sesuai dengan yang diinginkan
2. Membuat proses lebih efisien, meminimasi sumber daya yang diperlukan.
3.
Membuat proses lebih adaptif, dapat
beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan konsumen.
Ada
13 tool yang dipakai dalam melakukan
penyederhanaan (Harrington, 1991) :
1.
Bureaucracy
elimination (eliminasi birokrasi), yaitu menghilangkan tugas
administrasi, penggunaan kertas kerja yang tidak perlu.
2.
Duplication
elimination (eliminasi duplikasi), yaitu menghilangkan suatu kegiatan
serupa yang terjadi pada suatu bagian dari proses yang berbeda.
3.
Value-added
assessment (evaluasi nilai tambah), yaitu mengevaluasi setiap
kegiatan dalam proses bisnis untuk menentukan kontribusinya pada kebutuhan
pelanggan.
4.
Simplification,
yaitu mengurangi kompleksitas suatu proses.
5.
Process
cycle time reduction (pengurangan waktu perputaran proses), yaitu menentukan
cara untuk mengurangi waktu siklus dan meminimasi ongkos penyimpanan.
6.
Error
proofing (pencegahan kesalahan), yaitu menciptakan kondisi
sehingga sulit untuk membuat kesalahan.
7.
Up
grading, yaitu membuat tingkat efektivitas lebih tinggi untuk
meningkatkan performansi dalam proses bisnis.
8.
Simple
language (penyederhanaan bahasa), yaitu mengurangi kompleksitas
terhadap cara-cara penulisan dan berbicara, membuat dokumen lebih mudah untuk
dimengerti oleh pemakainya.
9.
Standardization
(standardisasi), yaitu memilih salah satu cara pembakuan dalam melakukan
aktivitas
10.
Supplier
partnership (peningkatan kualitas input), yaitu meningkatkan kualitas
input, karena output proses mempunyai ketergantungan yang tinggi terhadap
kualitas input proses yang diterima.
11.
Big
picture improvement (pengembangan secara global), yaitu teknik yang digunakan
jika kesepuluh peralatan penyederhanaan di atas tidak memberikan hasil yang
diinginkan. Hal ini didesain untuk membantu pihak manajemen mencari cara kreatif
untuk mengubah proses secara drastis.
12.
Pengubahan urutan
operasi, yaitu urutan operasi yang ada ditinjau lagi dan dilakukan perubahan
urutannya untuk mengoptimalkan sumber daya, waktu dan biaya.
13.
Automation
and/or mechanization (otomatisasi dan/atau mekanisasi), yaitu penerapan
peralatan dan komputer pada pekerjaan yang membosankan dan rutin, sehingga
kegiatan tersebut dikurangi untuk membebaskan pekerja dalam melakukan lebih
banyak kegiatan kreatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar