Di antara strategi
sukses yang ada, sistem lean thinking yang merupakan inti Toyota Production
System adalah yang paling banyak diimplementasi oleh berbagai industri, bukan
hanya produsen otomotif. Inilah strategi yang ditanam Sakichi Toyoda (sang
pendiri), diperkaya oleh Kiichiro Toyoda (CEO pertama) dari pengamatannya
terhadap sistem produksi massal Ford, dan dikembangkan oleh Taiichi Ohno (VP
Eksekutif di era Kiichiro) yang menambil ide dari supermarket di AS:
1. Identifikasikan nilai.
Disebut sebagai value stream mapping, hal ini meliputi identifikasi siklus
hidup lengkap produk/jasa, dari saat lahirnya produk/jasa sampai ke titik
ketika disampaikan ke konsumen. Di Toyota, setiap langkah sepanjang sistem
produksi harus berkontribusi pada nilai keseluruhan setiap produk/jasa.
2. Hilangkan muda atau
waste, yang merupakan kata kunci penting dalam lean thinking. Setiap aktivitas
yang ditemukan dalam value stream mapping, wajib dieliminasi kalau mengonsumsi
sumber daya tetapi tak menyumbangkan nilai. Muda harus dilihat dari
perspektif pelanggan.
3. Buat value-creating step
flow. Setelah mengidentifikasi value-creating step dan mengeliminasi muda,
langkah selanjutnya mengorganisasikan langkah yang ada sehingga memungkinkan
aliran produk/jasa dari dan ke pelanggan tak terganggu. Prinsip ini berlawanan
dengan batch-processing yang mengompartemenkan dengan memproses sesuatu dalam
batch sebelum dikirim ke departemen berikutnya. Dengan mengubah batch-processing
jadi flow, pelanggan akan segera ?menarik? produk/jasa yang tersedia sehingga
tak perlu lagi organisasi ?mendorong? produk/jasa ke pelanggan, termasuk bagian
selanjutnya yang menggunakan produk/jasa itu sebagai input dari proses yang
mereka kerjakan.
4. Praktikkan kaizen dan
kaikaku. Kaizen adalah membuat peningkatan secara gradual tetapi terus-menerus
menuju kesempurnaan. Kaikaku adalah kebalikannya: membuat lompatan kuantum atau
perubahan radikal dalam melakukan bisnis. Kaikaku diperlukan sebagai
sumber terobosan dalam kinerja dan pemacu pertumbuhan. Agar bisnis bisa
beradaptasi dengan perubahan sehingga tetap relevan, kaikaku harus diikuti
kaizen untuk memberikan powerful drive guna menyempurnakan proses.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar