Jumat, 17 Februari 2012

ISO 9001:2008



ISO berasal dari kata Yunani  ISOS yang berarti  sama, kata ISO bukan diambil dari 
singkatan nama sebuah organisasi walau banyak orang awam mengira ISO berasal 
dari  International Standard of Organization, sama sekali BUKAN. ISO 9001 merupakan 
standard international yang mengatur tentang sistem management Mutu (Quality 
Management System), oleh karena itu seringkali disebut sebagai  “ISO 9001, QMS”
adapun tulisan  2008 menunjukkan tahun revisi, maka ISO 9001:2008 adalah system 
manajemen mutu ISO 9001 hasil revisi tahun 2008. Pertanyaan berikut yang muncul, 
apakah ISO sering mengalami revisi ? jawabnya : YA. Seiring perkembangan zaman 
dan kemajuan teknologi, terutama semakin luasnya dunia usaha, maka kebutuhan 
akan pengelolaan system manajemen mutu semakin dirasa perlu dan mendesak untuk 
diterapkan pada berbagai scope industry yang semakin hari semakin beragam. Versi 
2008 ini adalah versi terbaru yang diterbitkan pada Desember 2008 lalu.  
Organisasi pengelola standard international ini adalah  International Organization for 
Standardization yang bermarkas di Geneva – Swiss, didirikan pada 23 February 1947, 
kini beranggotakan lebih dari 147 negara yang mana  setiap negara diwakili oleh 
badan standardisasi nasional (Indonesia diwakili oleh KAN). 


Sejarah ISO dimulai dari dunia militer sejak masa perang dunia II. Pada tahun 1943, 
pasukan inggris membutuhkan sekali banyak amunisi untuk perang sehingga untuk kebutuhan ini dibutuhkan banyak sekali supplier. Sebagai konsekuensinya, maka demi 
kebutuhan standarisasi kualitas, mereka merasa perlu untuk menetapkan standar 
seleksi supplier. Selanjutnya, 20 tahun kemudian perkembangan standarisasi ini menjadi 
semakin dibutuhkan hingga pada tahun 1963, departemen pertahanan Amerika 
mengeluarkan standar untuk kebutuhan militer yaitu MIL-Q-9858A sebagai bagian dari 
MIL-STD series.  Kemudian standar ini diadopsi oleh NATO menjadi AQAP-1 (Allied 
Quality Assurance Publication-1) dan diadopsi oleh militer Inggris sebagai DEF/STAN 05-
8.   Seiring dengan kebutuhan implementasi yang semakin  kompleks, maka DEF/STAN 05-8 
dikembangkan menjadi BS-5750 pada tahun 1979. 
Atas usulan American National Standard Institute kepada Inggris, maka pada tahun 
1987 melalui International Organization for Standardization, standard BS-5750 diadopsi 
sebagai sebuah international standard yang kemudian dinamai ISO 9000:1987. Ada 3 
versi pilihan implementasi pada versi 1987 ini yaitu yang menekankan pada aspek 
Quality Assurance, aspek  QA and Production  dan Quality Assurance for Testing. 
Concern utamanya adalah inspection product  di akhir sebuah proses (dikenal 
dengan  final inspection) dan kepatuhan pada aturan system procedure yang harus 
dipenuhi secara menyeluruh. 
Pada perkembangan berikutnya, ditahun 1994, karena  kebutuhan  guaranty quality
bukan hanya pada aspek final inspection, tetapi lebih jauh ditekankan perlunya proses 
preventive action untuk menghindari kesalahan pada proses yang menyebabkan 
ketidak sesuaian pada produk. Namun demikian versi 1994 ini masih menganut system 
procedure yang kaku dan cenderung  document centre dibanding kebutuhan 
organisasi yang disesuaikan dengan proses internal  organisasi. Pada ISO 9000:1994 
dikenal 3 versi, yaitu 9001 tentang design, 9002 tentang proses produksi, dan 9003 
tentang services. 


Versi 1994 lebih fokus pada proses manufacturing dan sangat sulit diaplikasikan pada 
organisasi bisnis kecil karena banyaknya procedure  yang harus dipenuhi (sedikitnya 
ada 20 klausa yang semuanya wajib di dokumentasikan menjadi procedure organisasi). 
Karena ketebatasan inilah, maka technical committee melakukan review atas 
standard yang ada hingga akhirnya lahirlah revisi ISO 9001:2000 yang merupakan 
penggabungan dari ISO 9001, 9002, dan 9003 versi 1994. 
Pada versi tahun 2000, tidak lagi dikenal 20 klausa wajib, tetapi lebih pada proses 
business yang terjadi dalam organisasi. Sehingga organisasi sekecil apapun bisa 
mengimplementasi system ISO 9001:2000 dengan berbagai pengecualian pada proses 
bisnisnya. Maka dikenallah istilah BPM atau Business Process Mapping, setiap organisasi 
harus memertakan proses bisnisnya dan menjadikannya bagian utama dalam quality 
manual perusahaan, walau demikian ISO 9001:2000 masih mewajibkan 6  procedure 
yang harus terdokumentasi, yaitu procedure control of document, control of record, Control of Non conforming Product, Internal Audit, Corrective Action, dan Preventive 
Action, yang semuanya bisa dipenuhi oleh organisasi bisnis manapun. 
Pada perkembangan berikutnya, versi 2008 lahir sebagai bentuk penyempurnaan atas 
revisi tahun 2000. Adapun perbedaan antara versi 2000 dengan 2008 secara significant 
lebih menekankan pada effectivitas proses yang dilaksanakan dalam organisasi 
tersebut. Jika pada versi 2000 mengatakan harus dilakukan corrective dan preventive 
action, maka versi 2008 menetapkan bahwa proses corrective dan preventive action 
yang dilakukan harus secara effective berdampak positif pada perubahan proses 
yang terjadi dalam organisasi. Selain itu, penekanan pada control proses outsourcing 
menjadi bagian yang disoroti dalam versi terbaru ISO 9001 ini.


sumber : http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/06/PRINSIP-DASAR-ISO-9001.pdf

1 komentar:

  1. Quality management is a unique and well managed by the quality manager to achive good results for the company.

    ISO 9001 PDF

    BalasHapus