Langkah-langkah PDCA (5 langkah; GEMI, 1993)
adalah:
1. Plan, mengidentifikasi pelanggan, kebutuhan
konsumen, dan seberapa baik sistem anda menyediakan hasil yang memenuhi
kebutuhan mereka. Membangun rencana perbaikan anda pada data dan pengukuran
• Mengerti gap antara harapan pelanggan dan apa
yang kita kirimkan
• Mengatur prioritas untuk menutup gap
• Mengembangkan rencana aksi untuk menutup gap
2. Do, mengikuti rencana anda. Menghindari
memasukkan perubahan pada tahap ini.
• Mengimplementasikan perubahan2x
• Mengumpulkan data untuk menentukan jika gap
telah terisi
3. Check, mengamati dan mengukur efek perubahan
yang anda masukkan, terutama pada skala pilot kecil untuk meminimalkan
gangguan. Gunakan perangkat statistik jika mungkin untuk mengukur hasil untuk menentukan
apakah akan membuktikan atau tidak membuktikan hipotesa anda. Mengamati efek perubahan
atau menguji :
• dengan menganalisa data dan
• 'pinpoint' masalah (cari sumber masalah
sebenarnya)
4. Aksi, mempelajari hasil. Merencanakan kembali
sistem untuk merefleksikan pembelajaran
• Merubah standar2x
• Mengkomunikasikannya secara luas
• 'retrain' (latih kembali hal-hal yang dirasa
kurang)
5. Ulangi dari langkah 1 dengan akumulasi
pengetahuan yang diperoleh. Lanjutkan siklus tersebut, dengan mengirimkan
kualitas yang lebih besar dari proses yang lebih meningkat. Sistem yang stabil
adalah yang kinerjanya dapat diprediksi. Sistem ini dapat dicapai dengan menghilangkan,
satu-persatu, penyebab khusus dari masalah, yang cara terbaik pendeteksiannya
adalah dengan sinyal statistik (Deming, 1982).
Siklus PDCA adalah metoda sistematis untuk
perbaikan proses terus-menerus didasarkan pada prinsip bahwa anda perlu
mengerti situasi atau proses sebelum dapat memperbaikinya. Anggota tim harus
dilatih untuk mengapresiasi pentingnya fase perencanaan dan pemeriksaan dalam siklus tersebut; secara
total, siklus PDCA adalah perubahan penting dalam pemikiran organisasional yang
menekankan aksi berbasis data.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar